Begini Penjelasan PPU Gusgas CoViD-19, Terkait Harga Kamar Sterilisasi

0
40
<pre><pre>Begini Penjelasan PPU Gusgas CoViD-19, Terkait Harga Kamar Sterilisasi


BARUSJAM.NetMenanggapi masalah ruang ruang yang saat ini menjadi bahan diskusi di antara warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pemerintah Kabupaten PPU melalui Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Arnold Wayong yang merupakan Juru Bicara CoViD. Handling Task Force mengatakan, pembelian unit ruang ini (Chamber) adalah untuk mencegah penyebaran virus korona yang telah dipasang di Fasilitas Umum (Fasum).

Ketika ditemui oleh Dr. Arnold Wayong di kamar di atas mejanya, ia menjelaskan, di awal CoViD-19, semua produk untuk pencegahan virus sangat langkah dan bahkan memiliki kekosongan.

Dengan berbagai pertimbangan dan tawarannya terungkap bahwa ada beberapa variasi harga yang ditawarkan oleh kamar yang berasal dari Surabaya, termasuk Rp. 15 juta per unit, dan ada yang Rp. 29 juta per unit, dan dengan harga tertinggi di kisaran Rp. – 60 juta.

Dengan pertimbangan tersebut, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan jajaran inspektorat, jaksa, BPKP ke LKPP sehingga barang tersebut tidak digunakan dengan sia-sia atau, oleh karena itu katanya memilih dengan harga tengah Rp. 29 juta.

"Kami juga mengikuti, Konferensi Video dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung, Departemen Dalam Negeri, Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) mengatakan bahwa dalam kondisi pandemi, tolong tahan dan beri nasihat jangan sampai pengadaan pengadaan itu sia-sia, "lanjutnya

Masalah harga bisa dipahami, kita bisa menganalogkan sirkulasi topeng di pasar sebelum dan sesudah CoViD-19, "jelasnya.

Selain memesan Kamar, partainya juga memesan kendaraan khusus kendaraan roda empat yang akan ditempatkan di setiap pintu masuk PPU.

"Jadi, sebanyak 100 unit seharga Rp. 2,9 miliar, maka ada 4 stan khusus untuk penataan mobil sekitar 500 miliar per unit, keseluruhan Rp. 4,9 miliar," jelasnya.

Juru bicara untuk percepatan penanganan CoViD-19 mengungkapkan,
Jika dibandingkan dengan harga satuan saat ini, itu dianggap tidak adil karena produsen barang telah banyak beredar, sesuai dengan hukum ekonomi. terkait dengan harga kamar per unit Rp. 29 juta, sudah termasuk dari biaya pengiriman hingga instalasi dan cairan pengadaan desinfeksi.

"Kami baru saja menerima harga sebanyak itu, bersihkan saja, kami hanya perlu mengoperasikannya," katanya.

Dia menambahkan, sebelum memesan barang, partainya juga telah berulang kali berkonsultasi dengan inspektorat, kantor kejaksaan, BPKP ke LKPP sehingga tidak akan menjadi masalah di masa depan dan diizinkan sementara barang tidak palsu.

"Ada beberapa orang yang membandingkan dengan harga saat ini, jadi ada kenaikan harga. Saya paling tidak menerima hal seperti itu terutama dalam kondisi pandemi ini," pungkasnya * (syahidr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here